Articles by "Box Office Indonesia"

Showing posts with label Box Office Indonesia. Show all posts

'Kartini' film to be screened at UN Headquarters
'Kartini', biografi 2017 tentang pahlawan nasional yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan menampilkan pemeran ansambel yang dipimpin oleh Dian Sastrowardoyo dalam peran judul, akan diputar pada sesi ke-62 Komisi Status Perempuan di Markas Besar PBB di New York . (Legacy Pictures / File)
Film biografi Kartini yang disutradarai Hanung Bramantyo tahun 2017, dan dibintangi Dian Sastrowardoyo sebagai pahlawan wanita emansipasi wanita, akan diputar pada tanggal 21 Maret di Markas Besar PBB di New York.

Kompas melaporkan bahwa direktur tersebut telah memasang Instagram tentang undangan resmi dari Misi Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Undangan tersebut menyatakan bahwa film tersebut akan diputar pada sesi ke 62 dari Komisi Status Perempuan (CSW) pada 12-23 Maret di Markas Besar PBB.

Sesi CSW akan berfokus pada "tantangan dan peluang untuk mencapai kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan pedesaan", tema yang membentuk alur cerita utama di Kartini karena menggambarkan sejarah perjuangan perempuan untuk kesetaraan dan pemberdayaan di Indonesia.

Hanung mengatakan bahwa ia tidak pernah membayangkan film tersebut akan diputar di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam judul pos Instagramnya, dia bercanda bahwa dia tidak tahu bahasa apa yang harus dia gunakan di acara tersebut. Film biografi Kartini adalah film multibahasa yang terutama menggunakan bahasa Jawa, bahasa asli Kartini.

Dia juga memanggil produser film tersebut, dengan mengatakan, "Terima kasih telah mengizinkan saya membuat film yang jujur," dan menyebutkan aktor pemeran ansambel, seperti Dian Sastrowardoyo, Adinia Wirasti, Acha Septriasa, Ayushita dan Reza Rahadian.

Hanung juga mengucapkan terima kasih kepada para wanita di keluarganya, dan mengucapkan terima kasih khusus kepada wanita-wanita kuat Indonesia.

sumber : thejakartapost.com (diterjemahkan geeknews.id)


JAKARTA, Indonesia — Hari ini, Kamis, 21 Desember, dirilis dua film Indonesia paling dinanti: Ayat Ayat Cinta 2 (AAC 2) dan Susah Sinyal.
AAC 2 merupakan lanjutan dari film AAC pertama yang laris manis pada tahun 2008 dengan lebih dari 3,5 juta penonton.
Sementara Susah Sinyal merupakan film ketiga Ernest Prakasa sebagai penulis skenario sekaligus sutradara. Film ini sangat dinantikan karena film Ernest sebelumnya, Cek Toko Sebelah (CTS) mendapatkan tanggapan positif dan menjadi salah satu film terbaik sepanjang 2016 lalu.
Produksi

–– ADVERTISEMENT ––

Sama seperti film pertamanya, AAC 2 kembali diproduksi oleh MD Pictures, sementara Susah Sinyal juga kembali diproduksi oleh Starvision Plus, sama seperti film CTS. Sepertinya produser dari kedua film ini percaya bahwa film ini akan laris dipasaran, dilihat dari besarnya produksi yang dilakukan.


AAC 2 mengambil latar cerita di Edinburgh, Skotlandia. Syuting di luar negeri terutama di Skotlandia memerlukan biaya yang tidak sedikit. Bahkan Produser Manoj Punjabi pun mengaku AAC 2 merupakan film termahal yang pernah ia produksi.
“Masalah budget, memang paling termahal dari produksi MD dan saya pribadi sudah all out habis-habisan,” tutur Manoj dalam gala premier di Plaza Indonesia Jakarta, pada Rabu, 6 Desember lalu.
Sementara Susah Sinyal juga digarap sangat serius. Mengambil tema konflik antara anak dengan ibunya yang berprofresi sebagai pengacara, Ernest bahkan melibatkan konsultan hukum dan psikologi dalam penggarapan film dan cerita. Lokasi syuting di Sumba juga memberikan kesulitan tersendiri.
“Kami harus syuting di Sumba Timur, NTT, yang bukan hanya sinyal yang susah tapi infrastruktur juga terbatas,” ujar Ernest dalam konferensi pers jelang gala premier Susah Sinyal di XXI Epicentrum Jakarta pada Jumat, 15 Desember lalu.
Aktor utama
AAC 2 kembali menggaet aktor Fedi Nuril. Sejak memerankan Fahri dalam AAC pertama, Fedi sangat lekat dengan karakter tersebut. Sejak itu pula ia sering dijuluki sebagai “aktor spesialis film religi”. Bahkan awal tahun ini ia baru saja merilis film Surga Yang Tak Dirindukan 2karya sutradara Hanung Bramantyo. Rasanya totalitas penampilan Fedi dalam AAC 2 tidak perlu diragukan lagi.


Sedangkan Susah Sinyal menjadi film kedua Adinia Wirasti bersama Ernest Prakasa setelah sebelumnya menjadi pemeran pendamping dalam film CTS. Tahun 2017 ini merupakan tahun yang cukup produktif bagi perempuan yang biasanya dipanggil Asti ini.
Tercatat ada empat film yang ia bintangi yaitu KartiniCritical Eleven, Satu Hari Nanti, dan Susah Sinyal. Bahkan Adinia mendapatkan penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Bioskop dalam Festival Film Bandung 2017 untuk perannya sebagai Anya di Critical Eleven. Nama Adinia seolah-olah menjadi salah satu aktris terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
Cerita
Film ber-genre drama komedi keluarga memang spesialisasi Ernest sejak merilis film pertamanya, Ngenest The Movie di akhir tahun 2015. Meskipun genre yang ditawarkan sama, Ngenest, CTS, dan Susah Sinyal memiliki keistimewaan masing-masing. Dalam Susah Sinyal ini Ernest cukup ditantang untuk keluar dari zona nyaman karena membahas persoalan yang tidak dialaminya secara personal, yakni konflik ibu dan anak, beruntung ia berkolaborasi dengan sang istri yang tahu lebih banyak tentang isu ini.
Hasilnya, meskipun tema yang diangkat cukup jauh dari keseharian Ernest, namun kehangat kasih sayang ibu dan anak tetap tergambar dengan jelas dalam film ini. Penonton pun berhasil dibuat tertawa terbahak-bahak sambil menangis terharu di sepanjang film.
Sementara AAC 2 kembali diadaptasi dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazy. Meskipun karena perbedaan medium film dan buku ada beberapa bagian dari cerita yang harus disesuaikan, namun keunikan cerita dari dalam novel dapat tergambar dalam film. Durasi lebih dari 120 menit pun menjadi tidak terasa karena konflik yang ditawarkan semakin kaya jika dibandingkan dengan film pertamanya.
Lokasi
Kedua film menawarkan tampilan yang indah untuk disaksikan. Selain para pemain yang tampil maksimal, lokasi yang diambil juga menjadi nilai tambah tersendiri.
AAC 2. Kecantikan Kota Edinburgh menambah nilai plus dalam film 'Ayat-Ayat Cinta 2'. Foto screenshot dari Youtube/MD Pictures

AAC 2 mengambil latar di Edinburgh, sebuah kota yang berada di bagian selatan Skotlandia. Kota ini terkenal dengan landscape-nya yang berbukit-bukit dan bangunan-bangunan tua yang indah khas Eropa.
Film AAC 2 berhasil memperlihatkan keindahan Edinburgh sekaligus keragaman budaya kota, termasuk para seniman jalanan yang memang bisa dengan mudah ditemui di pusat kota.
SUSAH SINYAL. Keindahan Sumba memang tidak ada duanya. Foto screenshot dari Youtube/Starvision Plus
Sementara keindahan Sumba memang tidak perlu diragukan lagi. Menariknya, Susah Sinyal berhasil memperlihatkan beragam landscape penting di NTT, mulai dari pantai yang elok, air terjun yang sangat jernih, serta lanskap savana yang menawan.
Saat menyaksikan kedua film ini, dijamin para mata para penonton akan terasa dimanjakan! - [ Rappler.com ]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.