BandrOS Smartphone Buatan Anak Negeri




Bisa dipastikan anda akan terkejut mengetahui ada jenis smartphone terbaru buatan anak negeri. Bukan buatan anak negeri namanya jika chasing handphone pintar tersebut berasal dari luar, atau malah OS (Operating System) ponsel tersebut tidak dibuat dari dalam negeri. Ponsel ini benar-benar asli dalam negeri. Semua bahan mulai dari perangkat keras (hardware) hingga OS-nya dibuat oleh anak negeri. BandrOS smartphone buatan anak negeri.

Smartphone ini diluncurkan di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) berbentuk prototipe (produk contoh). Kabarnya nama BandrOS ini diambil dari tempat kelahirannya, Bandung. Yaitu nama salah satu makanan khas kota kembang, kue bandros yang rasanya gurih. Kalau di Jakarta disebut Kue Pancong. Penamaan tersebut diharapkan akan membawa nuansa lokal. BandrOS ternyata juga merupakan kepanjangan dari Bandung Raya Operating System.
BandrOS Antisadap dan Anti Situs Porno

Tampilan fisik BandrOS hampir mirip smartphone yang sekarang beredar di pasaran. Aplikasi dan fungsi di dalamnya juga tak berbeda jauh. Diantaranya bisa digunakan untuk menelpon, SMS, multimedia, Internetan, main game, GPS dan fitur lainnya. BandrOS juga menggunakan layar full screen 3.5 inci yang membuatnya semakin stylish.

Adalah Ana Heryana dan Sahrul Arif dua peneliti dari LIPI yang mengembangkan ‘otak’ smartphone ini. Sistem operasi BandrOS ini awalnya ditanamkan pada komputer khusus (special purpose computer) yang berwujud single board computer. Pada awal peluncurannya agustus lalu, smartphone BandrOS sempat menghebohkan. Bagaimana tidak, BandrOS mempunyai kemampuan antisadap yang diklaim pertama di Indonesia. Padahal kita ketahui bersama, banyak kasus-kasus korupsi yang dibongkar oleh KPK dari hasil penyadapan.

Melalui sistem operasi yang dikembangkan sendiri kustomisasi bandrOS bisa diatur sesuka hati, seperti diciptakan agar tidak bisa disadap atau diblok untuk mengakses situs-situs porno. Tetapi hal itu bukan tujuan utama dari BandrOS, sebagaimana dijelaskan oleh Lukman, Kepala LIPI:

“Tapi, saya tegaskan, arah BandrOS ini bukan seperti itu (menjadi handphone antisadap). Nanti bakal banyak yang memesan ke saya.”

Jika BandrOS dijual secara umum, teknologinya sudah terlalu jauh menggeser smartphone yang ada sekarang. Tetapi teknologi BandrOS akan dikembangkan untuk telekomunikasi khusus. Misalnya untuk polisi hutan, polisi perairan dan sejenisnya. Lebih jauh lagi BandrOS akan dikembangkan untuk keperluan pendidikan, administrasi perkantoran, pengendalian jarak jauh dan sistem pengamatan.
Harga Smartphone BandrOS

Meskipun belum ada kepastian untuk diproduksi secara masal, masyarakat yang sudah mengetahui ponsel pintar yang 100% buatan orang Indonesia ini tentu akan penasaran berapa harga ponsel tersebut. Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta menyatakan bahwa kisaran harga Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu saja.

“Kalau soal harga lebih murah, handphone impor sampai Rp 3 juta, kalau yang ini bisa di bawah Rp 1 juta”, katanya bangga.

Menteri Riset dan Teknologi memastikan BandrOS akan diproduksi masal tahun depan. Handphone yang akan diproduksi itu masih dalam pengkajian lebih matang sebelum dilepas ke pasar.

Warga Negara Indonesia tentu sangat bangga dengan adanya BandrOS ini, termasuk juga saya. Kita tunggu saja realisasinya dari pemerintah yang tidak sejalan dengan Kepala LIPI, Lukman. Saya menanti kisah selanjutnya dari BandrOS smartphone buatan anak negeri. *Bigfamsti
Tag :

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.