
Irwan Hartanto, Harry Darmawijaya, dan Jevon Christian telah mempunyai niat untuk memudahkan para pengusaha (entrepreneur) yang ingin mencari kantor dan tempat tinggal sejak lebih dari setahun lalu. Hal itu kemudian mendorong mereka untuk membuat layanan pencarian properti yang bernama WORKnSTAY.
Namun solusi ini mereka anggap belum cukup. Itulah mengapa pada Januari 2017 lalu, mereka kemudian mengubah layanan mereka menjadi sebuah marketplace properti, dan berganti nama menjadi WORKnPLAY. Dengan layanan baru ini, mereka tidak hanya memudahkan pengguna yang ingin menyewa dan membeli properti, namun juga memungkinkan pemilik properti untuk menyewakan atau menjual tempat kepada pengguna lain.
Tak cukup sampai di situ, mereka pun turut menghadirkan berbagai layanan lain, seperti pemesanan tiket pesawat dan transportasi online. Untuk itu, mereka pun menggandeng perusahaan lain, seperti Tiket.com dan Uber.

Berbeda dengan layanan online travel agent (OTA) dan platform penyewaan properti biasa, WORKnPLAY merancang aplikasi mereka dalam bentuk peta. Hal ini membuatnya tidak hanya cocok bagi para pengusaha, namun juga bisa digunakan oleh para wisatawan yang sedang berkunjung ke kota atau negara lain.
Dengan sistem berbasis peta kami, pengguna hanya perlu memilih pin hotel untuk memesan kamar. Hal ini akan memudahkan pengguna dalam memesan hotel favorit mereka- Irwan Hartanto, Chief Strategy Officer WORKnPLAY
Hendak langsung masuk ke pasar internasional

Di tahun 2018, WORKnPLAY menyatakan bahwa mereka berencana untuk langsung memperluas layanan ke Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Mereka juga berniat untuk menyediakan tambahan belasan bahasa baru di platform mereka.
“Pasar tanah air tetap jadi prioritas kami. Namun karena WORKnPLAY lahir, tumbuh, dan berkembang di era globalisasi, kami merasa perlu menambah bahasa asing agar bisa jadi tuan rumah di negara sendiri dengan memberikan layanan internasional,” ujar Irwan.
WORKnPLAY mengaku telah melakukan monetisasi dengan menarik komisi dari transaksi yang mereka fasilitasi. Namun fokus utama mereka tetap pada penambahan jumlah pengguna. Karena itu, mereka berusaha untuk terus menjaga kepuasan pelanggan mereka.
Mereka pun menyatakan telah mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) dengan nominal yang tidak disebutkan.
[sumber : techinasia]

Post a Comment